Sebuah Perjalanan Mengubah Kebiasaan, Pola Hidup, dan Cara Pandang terhadap Diabetes
“Saya pernah melihat angka 360 di alat pengukur gula darah. Saya shock. Saya takut. Saya bahkan sempat tidak percaya bahwa saya terkena diabetes.”
Pada 17 Juli 2024, hidup saya berubah.
Tubuh terasa lemas di siang hari, mudah mengantuk, sering haus, sering buang air kecil hingga 5–6 kali, dan yang paling membuat saya khawatir adalah pandangan yang semakin buram.
Awalnya saya hanya mencari informasi di Google.
Namun setelah memeriksakan diri ke klinik, hasilnya membuat saya terpukul:
Saya dinyatakan mengalami diabetes.
Selama beberapa hari saya merasa sedih, kecewa, dan kehilangan semangat. Apalagi ketika mendengar bahwa diabetes sering dianggap sebagai penyakit yang harus dihadapi seumur hidup.
Tetapi saya memilih untuk tidak berhenti di sana.
Saya mulai mencari tahu.
Saya mulai belajar.
Saya mulai mengubah kebiasaan.
Saya mulai lebih memperhatikan makanan, aktivitas, pola hidup, dan berbagai hal yang selama ini saya abaikan.
Dan perjalanan itulah yang kemudian saya tuangkan dalam buku ini.
100 Hari Sembuh dari Diabetes bukan sekadar buku tentang diabetes.
Buku ini adalah catatan perjalanan nyata seseorang yang pernah berada di titik takut dan bingung, kemudian berusaha mengambil kembali kendali atas hidupnya.
baru mengetahui gula darah Anda tinggi,
sedang mengalami berbagai keluhan yang membuat khawatir,
memiliki keluarga dengan diabetes,
ingin memahami bagaimana pola hidup memengaruhi kondisi tubuh,
atau sedang berusaha membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat,
buku ini layak Anda baca.
Anda tidak harus menunggu sampai kondisi semakin buruk untuk mulai berubah.
Karena 100 hari dari sekarang, Anda akan berada di salah satu dari dua kondisi:
tetap menjalani kebiasaan yang sama… atau menjadi pribadi yang sudah mengambil langkah untuk hidup lebih sehat.
📖
Baca kisahnya. Pelajari perjalanannya. Ambil pelajaran yang sesuai untuk diri Anda. 👉
Miliki bukunya sekarang dan mulai perjalanan 100 hari Anda. Catatan: Buku ini merupakan pengalaman dan edukasi berbasis perjalanan pribadi, bukan pengganti diagnosis, pengobatan, atau anjuran dokter. Kondisi diabetes memerlukan penanganan medis yang tepat.